Fungsi dan Cara Kerja Stator Coil atau Kumparan Stator Sistem Pengisian

fungsi dan cara kerja stator coil

Kumparan stator atau stator coil pada sistem pengisian berfungsi untuk menghasilkan arus listik. Namun arus listrik yang dihasilkan oleh kumparan stator ini adalah arus bolak-balik alias arus AC. Kumparan stator terletak di dalam alternator.

Sebelum kita bahas lebih jauh apa dan bagaimana kumparan stator, kita review kembali tentang sistem pengisian. Sistem pengisian adalah salah satu sistem yang ada pada kendaraan yang fungsinya untuk mencharger atau mengisi kembali baterai, dan karena sistem pengisian mengisi kembali baterai atau aki maka sistem pengisian pastinya menghasilkan arus listrik.

Nah komponen yang berfungsi untuk menghasilkan arus listrik pada sistem pengisian bernama kumparan stator. Selanjutnya arus litrik (AC) tersebut disearahkan oleh dioda agar berubah menjadi arus DC sesuai dengan arus baterai yang berjenis DC.

Jika sobat penasaran bagaimana cara kerja penyearahan arus listrik AC menjadi DC, silahkan baca artikel tentang fungsi dan cara kerja dioda di sistem pengisian.

Kembali ke kumparan stator. Kumparan stator ini terpasang secara tetap pada inti stator dan terikat pada rumah alternator (untuk memudahkan mengingatnya bahwa stator itu statis alias tetap, maka ia bukan komponen yang berputar, sedangkan komponen yang bergerak adalah rotor).

Kumparan stator terdiri dari tiga gulungan kawat yang berisolasi yang dililitkan pada slot disekeliling rangka besi (inti stator). Setiap gulungan memiliki jumlah lilitan yang sama.

Ketiga gulungan kawat tersebut dililitkan secara saling bertumpukan dan berurutan untuk mendapatkan sudut fasa yang diperlukan sehingga tegangan yang dihasilkan oleh setiap gulungan stator mempunyai sudut fasa yang berbeda agar output alternator tersebut menjadi tiga fasa.

Ada dua jenis hubungan antara gulungan pada kumparang stator, yaitu hubungan delta dan hubungan bintang. Sambungan model bintang pada alternator (lihat gambar di bawah ini) dapat diidentifikasi dengan mudah karena jenis ini memiliki empat ujung kumparan, yaitu tiga ujung kumparan yang berhubungan dengan dioda dan satu ujung kumparan yang merupakan gabungan ketiga ujung kumparan stator yang disebut dengan sambungan netral (N).

stator coil model bintang

Kumparan model bintang ini digunakan pada alternator yang membutuhkan output tegangan yang tinggi pada kecepatan lambat. Pada saat terjadinya tegangan misal pada satu fasa, dua kumparan terhubung secara seri dalam suatu rangkaian tertutup.

stator coil model delta

Sambungan model delta (lihat gambar di atas) pada kumparan stator juga dapat diidentifikasi dengan mudah karena pada kumparan jenis ini hanya memiliki tiga ujung kumparan stator yaitu ujung kumparan yang ketiganya dihubungkan dengan dioda penyearah.

Sambungan delta kumparan stator ini biasanya digunakan untuk alternator yang mampu menghasilkan arus yang besar pada saat putaran rendah. Ketiga kumparan pada sambungan delta dihubungkan secara pararel.

Demikianlah fungsi dan cara kerja stator coil atau kumparan stator sistem pengisian, semoga mudah dipahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *