Contoh Laporan Maintenance Mesin, Bentuk Kartu dan Jadwalnya

contoh laporan maintenance mesin

Aktivitas industri atau aktivitas administrasi di sebuah instansi pasti menggunakan peralatan atau mesin dengan fungsi tertentu.

Mesin-mesin atau peralatan ini membutuhkan perawatan atau maintenance agar bisa produktivitasnya lebih lama.

Jika memperhatikan dalam contoh laporan maintenance mesin, ada berbagai jenis perawatan yang dilakukan secara berkala setiap periode waktu tertentu.

Baca juga: Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil Bekas

Maintenance atau perawatan mesin ini memiliki peran dan fungsi sangat penting. Dengan perawatan berkala dan rutin, tidak hanya bisa tahan lama, mesin juga bisa lebih produktif sehingga kelancaran produksi bisa lebih terjaga.

Dengan begitu pada akhirnya akan menjaga pemasukan perusahaan. Begitu pula pada sektor instansi yang berkaitan dengan data-data atau administrasi.

Mesin yang terjaga akan membuat keamanan data dan kelancaran operasional juga terjaga.

Contoh Laporan Maintenance Mesin

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kegiatan perawatan atau maintenance mesin merupakan sebuah keharusan untuk menjaga performa dan produktivitas mesin.

Dalam pelaksanaan kegiatan maintenance, selain proses perawatannya sendiri, juga ada laporan perawatan atau maintenance.

Laporan maintenance ini dibuat sebagai laporan yang menunjukkan secara tertulis perawatan ataupun perbaikan apa saja yang dilakukan dan dibutuhkan pada sebuah mesin.

Dengan begitu dapat kegiatan maintenance dapat terdata dengan rapi.

Laporan maintenance mesin ini biasanya disajikan dalam bentuk kartu maintenance. Dari kartu tersebutlah kemudian dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan dalam proses maintenance di periode selanjutnya.

Dalam contoh kartu perawatan mesin, biasanya akan ada beberapa poin yang dicantumkan. Seperti tanggal dan bulan perawatan, jenis mesin, ukuran mesin, nomor mesin dan lain sebagainya.

Laporan maintenance mesin dibuat dengan berbagai bentuk atau format yang berbeda sesuai kebutuhan.

Agar lebih memahami tentang laporan ini, berikut contoh laporan maintenance mesin sederhana yang sering digunakan saat kegiatan perawatan atau maintenance mesin.

Contoh Laporan Maintenance Mesin

Nomor :

Sekolah:

Penanggung Jawab: 

Alamat:

Jenis Mesin :

Merek/Tahun Mesin:

Ukuran Mesin:

Nomor Mesin:

Itu tadi adalah contoh dari kartu maintenance mesin sederhana yang ada di sekolah. Karena mesin yang digunakan tergolong sederhana, biasanya kartu maintenance yang menjadi laporan pun relatif lebih sederhana.

Berbeda dengan kartu maintenance yang merupakan bukti perawatan mesin di pabrik atau industri.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh laporan maintenance mesin di sektor industri.

Contoh Laporan Maintenance Mesin

Hari/tanggal :                  Jenis Alat:

Lokasi :                             Nomor Registrasi:

Dari contoh laporan maintenance mesin yang diberikan di atas, ada beberapa informasi yang harus dituliskan dalam laporan tersebut.

Informasi tersebut antara lain misalnya inspeksi, penyetelan atau perbaikan apa yang dilakukan.

Apabila ada kerusakan atau perbaikan yang diperlukan, dituliskan pula apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya.

Hingga kemudian yang paling akhir adalah biaya atau waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan mesin tersebut.

Jenis Perawatan dan Contoh Jadwal Perawatan Mesin

Secara umum, maintenance yang dilakukan pada mesin dibagi menjadi dua jenis, yaitu perawatan preventif dan perawatan periodik.

Perawatan preventif adalah proses maintenance mesin yang dilakukan untuk mencegah atau pencegahan agar tidak terjadi kerusakan pada mesin.

Jika dilihat dari waktu pelaksanaannya, perawatan preventif masih dibagi lagi menjadi dua. Ada perawatan yang direncanakan dan ada perawatan yang tidak direncanakan.

Perawatan yang direncanakan adalah maintenance mesin yang dilakukan dengan mempertimbangkan hasil untuk jangka panjang. Biasanya dilakukan secara terkontrol dan tercatat.

Sedangkan perawatan tidak direncanakan adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan secara darurat. Kegiatan perawatan preventif ini dilakukan kebanyakan oleh industri yang sistem produksinya berlangsung kontinyu.

Saat membaca contoh laporan maintenance mesin di atas, dapat disimpulkan ada beberapa jenis pekerjaan yang dilakukan dalam perawatan preventif ini.

Pembersihan

Jenis pekerjaan pertama yang termasuk dalam maintenance preventif adalah pembersihan. Jenis pekerjaan ini dilakukan agar mesin terbebas dari debu atau partikel bekas produksi yang justru nantinya bisa mengganggu performa mesin dalam produksi.

Jenis pekerjaan pembersihan ini bisa dilakukan secara harian, bulanan hingga tahunan. Untuk jenis pembersihan harian, umumnya dilakukan oleh operator atau pihak yang menggunakan mesin untuk bekerja setelah menggunakannya.

Untuk mesin yang bersifat presisi, biasanya setelah dibersihkan akan dilanjutkan dengan pemberian lapisan penyekat terhadap korosi.

Pelumasan

Selain pembersihan jenis pekerjaan maintenance preventif selanjutnya adalah pelumasan.

Jenis pekerjaan ini dilakukan pada komponen-komponen yang saat digunakan, permukaannya saling bergesekan satu sama lain. Contohnya, bantalan, roda gigi dan ring.

Kegiatan pelumasan pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Harus memperhitungkan bagian mana yang butuh diberi pelumas, jumlah pelumas yang diberikan bahkan jenis pelumasnya pun menjadi pertimbangan.

Tidak berhenti sampai disitu, jadwal pelumasan pun sudah diatur dan harus diikuti dengan tepat.

Karena itulah dalam laporan contoh jadwal perawatan mesin, biasanya juga disertakan jadwal pelumasan.

Jenis pekerjaan ini bergantung pada perencanaan serta distribusi pelumasan. Menyesuaikan spesifikasi mesin dengan jenis pelumas yang digunakan merupakan hal utama dan sangat penting untuk dilakukan.

Dengan begitu nantinya komponen mesin maupun mesin secara keseluruhan dapat terjaga ketahanannya.

Inspeksi

Jenis pekerjaan selanjutnya yang juga terdapat di dalam contoh laporan maintenance mesin adalah inspeksi.

Jenis pekerjaan ini dibagi lagi menjadi dua jenis pekerjaan, yaitu pekerjaan inspeksi bagian luar mesin dan pekerjaan inspeksi bagian dalam mesin.

Agar bisa memenuhi tugas dengan baik, tenaga inspeksi ini harus sudah terlatih dengan baik.

Pekerjaan inspeksi bagian luar adalah pekerjaan inspeksi yang dilakukan dengan tujuan untuk mengamati kemudian mendeteksi mesin yang sedang bekerja atau beroperasi.

Misalnya mengamati jika ada getaran mesin yang berlebihan, suara tidak normal ataupun timbul asap dan lain sebagainya.

Yang kedua adalah pekerjaan maintenance mesin dalam. Sesuai namanya bertugas untuk mengamati kemudian mendeteksi adanya performa yang tidak normal dari dalam mesin. Dengan begitu kerusakan bisa segera diatasi.

Perencanaan dan Penjadwalan

Dalam melakukan maintenance mesin, sebelumnya perlu dilakukan perencanaan perawatan preventif secara mendetail yang dilakukan berdasarkan analisis yang dilakukan sebelumnya.

Perencanaan perawatan preventif ini dilakukan berdasarkan spesifikasi masing-masing mesin.

Pencatatan dan Analisis

Jenis pekerjaan maintenance preventif selanjutnya adalah melakukan pencatatan dan analisis. Pencatatan ini dilakukan guna mendukung kelancaran keberhasilan dalam perawatan mesin secara preventif.

Lalu apa saja yang dicatat?

Yang dicatat meliputi buku manual, manual instruksi perawatan, kartu riwayat mesin, bahkan hingga contoh laporan maintenance mesin.

Adanya catatan ini akan sangat membantu dalam proses penentuan perencanaan beserta keputusan yang diambil terhadap mesin yang dirawat.

Adanya catatan ini juga akan membantu dalam mendukung keberhasilan kegiatan perawatan preventif.

Selain perawatan atau maintenance preventif, ada juga jenis perawatan secara periodik. Sistem perawatan periodik ini sifatnya tidak mutlak dan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi pabrik.

Jenis pekerjaan yang dilakukan dalam perawatan periodik pun ada beberapa jenis, diantaranya:

Perbaikan

Jenis pekerjaan pertama yang termasuk dalam pekerjaan perawatan periodik adalah perbaikan. Jenis pekerjaan perawatan ini umumnya dilakukan pada industri-industri kecil.

Perbaikan dilakukan dengan cara mengganti peralatan atau mesin yang kondisinya sudah tidak bagus.

Mengapa dilakukan penggantian? Hal ini biasanya dilakukan karena biaya penggantian biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya untuk perawatan hingga perbaikannya.

Di lain sisi, memang ada jenis mesin yang menang diciptakan dengan daya tahan yang tidak lama.

Maka ketika terjadi kerusakan saat sudah mencapainya waktunya, mesin atau bagian tersebut harus segera diganti untuk mendapatkan mesin atau peralatan lain yang lebih modern.

Yang dimaksud dengan kegiatan perbaikan sendiri adalah kegiatan yang dilakukan oleh teknisi setiap kali melakukan kegiatan perbaikan. Biasanya tindakan-tindakan tersebut meliputi pemeriksaan kerusakan.

Sebelum mulai melakukan perbaikan, biasanya mekanik akan menanyakan kendala yang dialami pada mesin kepada operator.

Namun laporan yang diberikan oleh operator ini tidak selalu bisa dijadikan dasar dalam melakukan perbaikan.

Maka mekanik akan memeriksa secara langsung, baru dapat diputuskan apakah diperlukan perbaikan atau tidak.

Overhaul

Jenis tindakan perawatan selanjutnya adalah overhaul, yaitu perawatan yang dikerjakan berdasarkan jam operasional mesinnya.

Biasanya, kegiatan ini dilakukan berdasarkan riwayat lamanya mesin beroperasi dan mempertimbangkan inspeksi yang sebelumnya dilakukan.

Bisa juga dilakukan berdasarkan manual book mesin. Karena itulah, contoh laporan maintenance mesin sangat dibutuhkan dalam tindakan perawatan ini.

Penggantian yang Direncanakan

Tindakan perawatan selanjutnya adalah penggantian yang direncanakan, yaitu penggantian komponen mesin, seperti generator, komputer, perkakas hingga kendaraan bermotor yang sudah mulai mengalami penurunan performa.

Tindakan ini juga biasa dilakukan pada berbagai jenis industri.

Melalui tindakan penggantian ini, pihak dari industri tidak membutuhkan waktu yang lama hanya untuk tindakan perawatan.

Kecuali, jika perawatan yang dilakukan adalah perawatan dasar seperti misalnya tindakan pelumasan dan lain sebagainya.

Pembuatan Suku Cadang

Tindakan perawatan ini dilakukan biasanya dilakukan di bengkel kerja industri yang juga memperhatikan lokasinya.

Tujuannya adalah untuk membuat sendiri komponen mesin yang dibutuhkan. Dalam jenis tindakan ini terdapat tiga kejadian yang mungkin terjadi.

Pertama adalah perbaikan secara langsung, yaitu tindakan yang dilakukan apabila mesinnya dapat dikerjakan tanpa harus melakukan perbaikan yang sifatnya berat maupun penggantian elemen atau komponen mesin. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan melakukan penyetelan yang baik.

Kedua adalah penggantian elemen mesin, yaitu tindakan yang dilakukan apabila terjadi kerusakan berat pada salah satu elemen atau komponen mesin.

Dan yang terakhir adalah mengganti elemen mesin, yang mana sebenarnya tidak berbeda jauh dengan tindakan sebelumnya, namun elemen yang diperlukan perbaikan bisa didapatkan dari luar.

Dari mempelai contoh laporan maintenance mesin inilah mekanik kemudian dapat menentukan strategi maintenance yang diperlukan terhadap mesin atau komponennya.

Hal tersebut tentu mempertimbangkan faktor-faktor tertentu seperti umur mesin itu sendiri, kapasitas pemakaian, kemampuan dari bagian maintenance untuk bekerja secara cepat, kesiapan suku cadang dan lain sebagainya.

Demikian tadi penjelasan tentang bagaimana contoh laporan maintenance mesin dan jenis-jenis perawatan atau maintenance yang diperlukan pada mesin produksi.

Dengan penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa tindakan maintenance berperan sangat penting dalam mempengaruhi performa mesin dalam sebuah industri atau produksi.

Tindakan perawatannya pun ada berbagai jenis berdasarkan faktor-faktor yang sudah ditentukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *