Cara Menghitung Over Kredit Mobil Beserta Rinciannya

cara menghitung over kredit mobil

Mengetahuicara menghitung over kredit mobil ini sangatlah penting, dengan mengetahui cara menghitungnya, maka Anda tidak akan tertipu dan mendapatkan harga yang pas atau sesuai.

Tidak dapat dipungkiri perkembangan mobil terus meningkat, setiap tahun bahkan mungkin setiap bulan selalu ada mobil baru yang dikeluarkan oleh berbagai perusahaan mobil ternama.

Mungkin Anda belum puas menggunakan mobil yang baru Anda beli, akan tetapi sudah muncul lagi model mobil terbaru.

Baca juga: Cara Cabut Berkas Mobil

Jika Anda penggemar otomotif atau mobil sudah pasti ngiler atau ingin membeli mobil tersebut.

Selain itu saat ini pembelian mobil juga dapat dilakukan dengan sangat mudah dan lebih ringan yaitu dengan melakukan pembayaran secara kredit.

Bagaimana jika Anda masih mempunyai angsuran mobil, akan tetapi sudah keluar mobil baru yang Anda sukai?

Jika ingin mengambil angsuran mobil lagi takut tidak dapat membayar dan keberatan yang akhirnya dapat mengganggu kebutuhan lainya.

Tahukah Anda saat ini tidak ada yang tidak mungkin, mobil yang masih dalam proses angsuran juga dapat dijual atau dipindah tangan lho.

Dalam proses jual beli mobil maupun motor selain pembelian secara cash dan juga kredit dikenal juga dengan sistem pembelian over kredit. Apa itu over kredit?

Pengertian Over Kredit Mobil

Apakah Anda pernah dengar tentang over kredit mobil atau mungkin pernah melakukannya?

Jika Anda belum mengetahui tentang over kredit mobil inilah saatnya Anda mengetahuinya, siapa tahu Anda berminat dengan sistem jual beli ini.

Over kredit mobil merupakan proses jual beli mobil yang mana mobil tersebut masih dalam proses cicilan, jadi cicilan yang menjadi tanggungan pihak pertama dialihkan kepada pihak kedua yaitu orang yang akan membeli mobil tersebut.

Hal tersebut tentu saja atas dasar persetujuan kedua belah pihak, di mana pihak kedua yaitu pembeli bersedia untuk melanjutkan sisa cicilan dari pihak pertama.

Sebetulnya banyak sekali alasan yang melatarbelakangi proses over kredit, salah satu alasannya adalah tidak mampu melanjutkan atau merasa keberatan dengan cicilan dan ada kebutuhan mendesak.

Lalu bagaimana dengan orang yang diberikan tanggung jawab untuk melanjutkan cicilan?

Apakah orang kedua tersebut merugi atau sebaliknya diuntungkan?

Untuk mengetahui rugi atau untung, perlu perhitungan secara detail dan didasari atas berbagai pertimbangan.

Oleh sebab itu mengetahui cara menghitung proses over kredit yang akan dilakukan ini sangat penting bagi pihak kedua agar tidak dirugikan.

Selain itu antara pihak pertama dan kedua sebaiknya harus saling terbuka jangan sampai ada yang disembunyikan termasuk ketika ada tunggakan cicilan.

Sebagai pihak kedua harus berhati-hati dalam proses jual beli tersebut jangan sampai Anda mendapatkan mobil yang rusak. Bagaimana mobil bisa rusak?

Bukankah mobil masih dalam proses angsuran dan itu berarti mobil belum lama?

Bisa saja mobil rusak salah satunya karena terendam banjir.

Anda tentu saja ingat di kota Jakarta sering terjadi banjir yang mana banyak menenggelamkan mobil.

Namun jika Anda melakukannya dengan teliti maka kemungkinan hal tersebut tidak akan terjadi.

Di samping itu banyak juga keuntungan yang mungkin akan didapat oleh pihak kedua seperti mobil masih dalam masa garansi, mobil masih baru dengan harga yang lebih murah dan lain sebagainya.

Cara Menghitung Over Kredit Mobil

Kembali ke topik awal, bagaimana sih menghitung over kredit mobil agar tidak rugi alias untung atau paling tidak sama-sama diuntungkan.

Setiap membeli mobil sudah pasti akan ada DP yang harus dibayarkan, nah mulai pembayaran DP sampai proses berlangsung harus benar-benar diperhatikan.

Berikut ini adalah cara menghitung DP yang pantas untuk dibayarkan:

Misalkan:

Ahmad akan membeli mobil Rudi yang masih dalam proses kredit dengan harga mobil itu sekarang adalah 200 jt.

Di mana setiap bulan Rudi harus mengangsur sebesar 5 juta rupiah setiap bulannya.

Sesuai kesepakatan sebelumnya Rudi akan mengangsur selama 4 tahun dan Rudi baru mengangsur selama 1 tahun atau 12 bulan.

Berapa DP yang pantas dibayarkan oleh Ahmad kepada jika kesepakatan over kredit antara keduanya terjadi?

Persamaan menghitung DP mobil dalam proses jual beli over kredit yang dilakukan oleh Ahmad dan Rudi adalah

DP + sisa angsuran mobil = harga mobil sekarang + (besaran bunga * harga mobil sekarang) + biaya lainnya

Maka dari persamaan tersebut dapat dihitung:

DP + 5jt * 36 = 200 jt + ( 10% * 200 jt) + ¾ * 16 jt

DP + 180 jt = 200 jt + 20 jt + 12 jt

DP = (200 jt + 20 jt + 12 jt) – 180 jt

DP = 52 jt

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka DP yang pantas untuk diberikan Ahmad kepada Rudi adalah sebesar 52 juta rupiah.

Selain memperhitungkan DP dan juga besaran cicilan, maka sebaiknya pihak kedua mengetahui apa saja yang harus diperhatikan ketika membeli mobil dengan sistem over kredit.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Melakukan Over Kredit Mobil

Setelah paham apa itu over kredit mobil, sekarang saatnya Anda mengetahui apa saja yang harus diperhatikan ketika akan melakukan take over kredit mobil.

Memperhatikan hal ini sangatlah penting, jadi Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Pastikan dokumen mobil lengkap

Sebelum melakukan transaksi over kredit sebaiknya Anda memeriksa semua kelengkapan dokumen pada mobil yang akan Anda beli.

Apa saja dokumen yang harus diperiksa?

Di antara dokumen yang harus dipastikan salah satunya adalah STNK.

Dalam melakukan pemeriksaan dokumen ini sebaiknya dilakukan dengan orang yang paham, jika Anda tidak terlalu paham dengan surat menyurat mobil, sebaiknya mengajak orang terdekat Anda yang paham akan hal tersebut.

Sehingga ketika sudah berjalan proses over kredit tidak akan ada masalah satu penyesalan.

Cicilan pihak pertama lancar

Hal penting selanjutnya yang penting untuk diperhatikan ketika melakukan transaksi over kredit mobil adalah pastikan Anda mengecek langsung apakah proses cicilan pihak pertama pernah ada masalah atau tidak.

Pastikan pihak pertama tidak pernah ada masalah dalam proses cicilannya.

Dari mana informasi tersebut diperoleh?

Informasi tersebut dapat Anda peroleh dari pihak kreditur atau leasing mobil.

Hal tersebut sangat penting, di mana pihak kedua dihimbau untuk memperhatikan hal tersebut.

Transaksi dilakukan atas sepengetahuan pihak leasing atau kreditur

Hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan ketika melakukan transaksi over kredit mobil adalah pastikan transaksi tersebut diketahui oleh leasing maupun kreditur.

Hal tersebut untuk menghindari masalah ke depannya, sehingga diharapkan semua proses berjalan dengan lancar dan tidak ada yang merasa dirugikan.

Dari uraian di atas Anda sudah paham bukan ternyata mengetahui cara menghitung over kredit mobil dan hal-hal penting ketika akan melakukan transaksi over kredit itu sangat penting.

Semoga dapat bermanfaat dan membuat Anda dalam melakukan proses kredit over mobil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *