Cara Kerja Mesin Mobil Dilengkapi Gambar, Prinsip dan Komponen nya

cara kerja mesin mobil

Mobil, salah satu jenis kendaraan bermotor ini sudah banyak ditemukan di jalanan Indonesia. Anda mungkin juga salah satu yang menggunakan kendaraan ini untuk mobilitas sehari-hari.

Saat mengendarai kendaraan roda empat ini, pernahkah Anda berpikir bagaimana cara kerja mesin mobil ini?

Mesin mobil merupakan komponen paling penting pada kendaraan roda empat. Tanpa mesin, sudah bisa dipastikan jika mobil tidak akan bisa bergerak.

Sementara itu, mesin mobil juga memiliki sistem kerja tersendiri. Mesin mobil memiliki cara kerja sehingga bisa menggerakkan semua komponen mobil dan membuat mobil bisa bergerak.

Bagaimana Cara Kerja Mesin Mobil?

Secara garis besar, cara kerja mesin mobil tidak terlepas dari komponen-komponen yang ada di dalamnya.

Cara kerjanya ini pada dasarnya terbagi menjadi 4 aktivitas utama, yang terdiri atas intake, compression, power dan terakhir exhaust.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah cara kerjanya.

1. Intake

cara kerja mesin mobil

Sumber gambar: https://www.teknik-otomotif.com

Cara kerja mesin motor atau jenis mesin diesel ini adalah intake. Proses ini terjadi pada komponen mobil yang bernama piston.

Pada proses ini, piston ditarik ke bawah ke bagian silinder.

Komponen yang menarik adalah komponen semacam poros engkol yang mana komponen ini bekerja secara terus menerus.

Setelah itu, valve atau yang juga disebut sebagai katup mesin akan terbuka. Saat terbuka inilah valve akan memberi jalan bagi udara serta bahan bakar untuk masuk ke bagian silinder.

2. Compression

cara kerja mesin mobil

Tahap kedua dari cara kerja mesin mobil adalah compression. Pada proses ini, katup mesin yang sebelumnya terbuka akan tertutup lalu disusul dengan pergerakan piston yang bekerja untuk mengompres campuran antara bahan bakar dan udara yang sebelumnya masuk.

Pergerakan piston ini jugalah yang membuat proses pembakaran menjadi semakin maksimal. Pada saat piston bergerak ke bagian atas silinder ini pula, terjadi pembakaran pada bagian steker pemacu.

3. Power

cara kerja mesin mobil

Pada saat proses kompresi sebelumnya menghasilkan percikan api. Percikan api ini kemudian memicu terjadinya ledakan kecil yang membakar bahan bakar.

Nah saat bahan bakar ini terbakar, selanjutnya menghasilkan gas panas. Gas panas ini selanjutnya mendorong piston ke sisi bawah.

Dari proses cara kerja mesin mobil ini terjadi pelepasan energi menjadi tenaga yang selanjutnya akan menggerakkan crankshaft.

Saat inilah mobil bekerja dan bergerak sebagaimana yang biasa Anda lihat.

4. Exhaust

cara kerja mesin mobil

Sumber gambar: https://otomotif.kompas.com

Tahap terakhir dari cara kerja mesin mobil adalah exhaust yang merupakan tahap  pembuangan gas sisa pembakaran.

Saat crankshaft bergerak, katup saluran di luar akan terbuka, yang mana kemudian membuat crankshaft terus berputar.

Perputaran crankshaft ini yang membuat piston mengarah kembali ke silinder. Pada saat proses ini terjadi, saat itu pulalah gas sisa pembakaran dikeluarkan ke udara melalui komponen mobil bernama knalpot.

Bagian-Bagian Mesin Mobil

Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, tidak hanya cara kerja saja yang berperan untuk membuat mobil bisa bekerja dan melaju.

Saya udah secara lengkap di artikel bagian-bagian mesin mobil.

Ada bagian-bagian atau komponen mesin mobil yang mendukung kinerja tersebut. Nah, berikut ini adalah komponen-komponen mesin yang harus Anda ketahui untuk mendukung kerja mesin.

1. Blok Mesin /Blok Silinder

Komponen atau bagian mesin yang merupakan bagian paling dasar dari mesin adalah blok mesin ini. Bagian ini sering dikaitkan dengan blok silinder.

Hal tersebut karena bentuk blok silinder ini juga menyerupai tabung. Sedangkan material dari komponen ini umumnya adalah aluminium dengan beberapa manufaktur yang masih terbuat dari bahan besi.

Blok silinder ini merupakan komponen atau bagian inti yang berperan dalam menopang bagian-bagian utama mesin, seperti piston, poros engkol, kepala silinder dan lain sebagainya.

Di bagian ini ada beberapa silinder yang mana di salah satu ujung setiap silindernya terdapat satu piston.

2. Kepala Silinder

Bagian atau komponen selanjutnya dari mesin mobil ini letaknya di bagian atas blok silinder. Komponen ini umumnya terbuat dari campuran aluminium yang ringan dan besi tuang.

Material ini digunakan karena sifatnya yang bisa membatasi proses pemuaian serta sifatnya yang mampu menjadi pendingin.

Komponen ini memiliki peran penting, terutama pada ruang pembakaran, yaitu untuk memindahkan energi panas menjadi tenaga. Kepala silinder ini bersifat statis atau tidak dapat bergerak.

Pada bagian ini juga terdapat sebuah mekanisme yang dikenal dengan nama valve train. Mekanisme ini berfungsi untuk mengatur posisi membuka ataupun menutup valve.

3. Silinder

Untuk bisa mendukung cara kerja mesin mobil, bagian atau komponen berikutnya yang memiliki peran tak kalah penting adalah silinder.

Silinder ini adalah komponen pada mobil yang memiliki fungsi dapat mengubah energi panas sehingga menjadi energi mekanik.

Silinder ini adalah bagian yang penting dalam kinerja mesin karena merupakan bagian utama dimana piston bekerja.

Dalam penggunaannya beberapa silinder umumnya disusun secara sejajar satu garis dalam blok mesin.

4. Piston

Bagian atau komponen dari mesin mobil berikutnya ini juga memiliki peran penting. Fungsi utama dari komponen ini adalah untuk mengubah volume silinder.

Piston ini merupakan bagian mesin yang langsung berperan dalam proses pembakaran yang nantinya menghasilkan tenaga.

Piston yang bergerak naik turun menghasilkan tenaga. Tenaga ini kemudian diteruskan ke bagian mekanisme engkol kemudian berlanjut hingga komponen yang menggerakkan roda.

Tak hanya itu saja, guna menjalankan siklus pembakaran harus melalui proses pemasukan bahan bakar dan udara, kompresi hingga pembuangan bahan bakar.

Dan, semua tahap cara kerja ini hanya bisa dijalankan dengan bantuan piston.

5. Karter /Penampung Oli

Sesuai namanya, fungsi dari karter ini adalah untuk menampung pelumas atau oli agar selalu tersedia.

Ketika tidak ada pelumas pada mesin, maka bagian-bagian mesin yang kerjanya saling bersinggungan akan lebih cepat panas, yang mana jika dibiarkan akan cepat aus dan kemudian membuat mesin cepat rusak.

Pada karter ini juga terdapat ventilasi yang fungsinya menghubungkannya dengan udara luar.

Karter atau disebut juga dengan penampung oli ini letaknya berada di bagian paling bawah. Komponen ini juga dilengkapi dengan drain plug atau penyumbat oli.

Drain plug ini ditambahkan dengan gasket dan baut. Tujuan penambahan kedua komponen ini adalah untuk mencegah terjadinya kebocoran oli.

6. Batang Piston

Batang piston ini memiliki nama lain connecting Rod. Komponen memiliki peran yang tak kalah penting dalam sistem cara kerja mesin mobil secara keseluruhan.

Ini karena batang piston memiliki tiga fungsi sekaligus untuk keseluruhan bagian mesin mobil.

Fungsi pertama adalah menghubungkan antara piston dengan crankshaft atau poros engkol, dengan begitu tenaga yang didapat dari pembakaran bisa diteruskan ke poros engkol.

Fungsi kedua adalah sebagai komponen pendukung agar piston bergerak naik turun dalam silinder.

Dan fungsi ketiga adalah menjadikan batang piston sebagai lengan yang berperan mengubah gaya naik turun menjadi berputar bersama poros engkol.

7. Crankshaft / Poros Engkol

Komponen selanjutnya bernama crankshaft atau poros engkol. Komponen ini berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi putar.

Fungsi lain dari komponen ini adalah untuk meneruskan gaya putar yang dihasilkan tadi menuju ke bagian fly wheel kemudian ke pemindah tenaga.

Keunggulan dan Kekurangan Cara Kerja Mesin Diesel

Seperti yang sudah umum diketahui, bahwa mobil juga memiliki beberapa jenis mesin. Ada mesin bensin, ada pula mesin diesel.

Cara kerjanya pun tidak jauh berbeda dengan mesin mobil bensin. Yang membedakan diantara keduanya adalah pada prinsip kerja mesin diesel tidak membutuhkan busi sebagai komponen pemicu pembakaran.

Langkah kerja mesinnya seperti yang sudah dijelaskan dalam poin penjelasan di atas.

Para pengguna mobil pasti memiliki pertimbangan sendiri dalam memilih jenis mesin mobilnya.

Termasuk ketika memilih mobil dengan mesin diesel. Setelah memahami bagaimana cara kerja mesin diesel pada mobil di atas, ada sedikit perbedaan yang membedakan antara cara kerja pada mesin diesel dan bensin.

Keunggulan Mesin Diesel

Cara kerja pada mesin diesel ini dianggap lebih menguntungkan karena:

Tidak Menggunakan Busi

Jika melihat bagaimana langkah cara kerja mesin mobil seperti yang dijelaskan di atas, Anda tidak akan menemukan komponen busi yang berperan di dalamnya.

Inilah keunggulannya yang pertama, yaitu tidak perlu adanya penggantian komponen busi. Hal ini tentu saja akan berdampak pada biaya pemeliharaan yang jadi jauh lebih terjangkau.

Harga Bahan Bakar Lebih Terjangkau

Tidak hanya dari segi cara kerja dan perawatan, efektivitas biaya juga bisa didapatkan dari aspek bahan bakar.

Bahan bakar untuk mesin berjenis diesel ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga bahan bakar mesin berjenis bensin.

Lebih Efisien

Keunggulan selanjutnya dari penggunaan mobil dengan jenis mesin diesel bisa dilihat dari sistem kerjanya. Cara kerja mesin mobil diesel yang tidak menggunakan spark terbukti lebih efektif.

Hal ini menyebabkan seluruh bahan bakar dapat terbakar dengan baik. Inilah yang menyebabkan sistem kerjanya jadi jauh lebih efisien.

Mesin Lebih Awet

Keunggulan selanjutnya yang sudah terkenal di kalangan pengguna mobil dengan jenis mesin diesel adalah karena daya tahan mesinnya lebih awet.

Dengan sistem kerja yang lebih efisien, inilah yang membuat mesin bisa tahan lebih lama dan awet.

Selain memiliki keunggulan, cara kerja dari mesin mobil diesel ini juga pasti memiliki kekurangan yang harus diperhatikan oleh pemakainya.

Kekurangan Mesin Diesel

Dengan mengetahui kelemahan atau kekurangan dari jenis mesin mobil ini, Anda jadi bisa lebih memperhatikan hal-hal yang menjadi kelemahan tersebut, seperti misalnya:

Bekerja pada Tekanan yang Tinggi

Mesin mobil berjenis diesel ini bekerja hanya pada tekanan yang tinggi. Hal ini kemudian menyebabkan getaran yang lebih besar pula pada bagian mesinnya.

Harga Mesin Lebih Mahal.

Kelemahan selanjutnya adalah karena jenis mesin ini bekerja pada tekanan tinggi, guna menahan tekanan ini maka dibutuhkan konstruksi ruang pembakaran yang lebih besar. Hal ini kemudian membuatnya lebih mahal.

Resiko Kerusakan Lebih Besar

Jenis mesin ini memiliki resiko kerusakan lebih besar, terutama saat kehabisan bahan bakar. Karena itu pemilik kendaraan harus benar-benar memperhatikan ketersediaan bahan bakarnya.

Nah, demikian tadi penjelasan lengkap tentang cara kerja mesin mobil beserta komponen-komponen yang bekerja guna mendukungnya.

Setelah mengetahui hal ini, kini Anda bisa tahu bagaimana proses hingga mobil bisa bergerak. Selain bahan bakar, komponen-komponen mesin yang saling mendukung menghasilkan kinerja yang bisa menggerakkan mobil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *