8 Bagian Mesin Mobil yang Tidak Boleh Kena Air

bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air

Salah satu perawatan yang perlu dilakukan pada mobil adalah dengan mencucinya.

Kegiatan mencuci mobil sering kali menjadi rutinitas bulanan yang biasa dilakukan oleh para pemilik.

Tidak hanya agar tampilan mobil menjadi kinclong, mencuci juga dapat membersihkan kotoran ataupun debu yang menempel di bagian-bagian mesin.

Apalagi jika mobil terus digunakan setiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa ada bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air?

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apabila beberapa bagian mesin mobil tidak boleh terkena air.

Hal ini tentunya sangat berbahaya mengingat kebanyakan orang mencuci mobilnya secara pribadi.

Apalagi kebiasaan menggunakan sabun dan air secara berlebihan juga tidak baik apabila dibiarkan mengenai mesin-mesin yang sensitif.

Untuk itu, penting sekali memiliki pengetahuan bagian mesin mana saja yang tidak boleh terkena air.

Inilah 8 Bagian Mesin Mobil yang Tidak Boleh Kena Air

Dibawah ini 8 bagian mesin yang tidak boleh terkena air, sehingga kendaraan anda menjadi lebih awet.

1. Koil (Ignition Coil)

Bagian mesin pertama yang tidak boleh terkena air adalah Koil. Fungsi dari bagian ini adalah untuk menghasilkan bunga api atau sumber listrik di bagian busi.

Bunga api tersebut berasal dari berbagai tegangan volt yang sangat tinggi sehingga sehingga tidak boleh terkena air sedikit pun. Jika bagian koil terkena air, circuit kecil yang ada di dalamnya akan secara otomatis rusak dan tidak berfungsi.

Selain itu, di bagian koil juga dilengkapi dengan socket yang bisa berbahaya apabila terkena kontaminasi air. Socket yang melekat jumlahnya memang tidak banyak, tetapi fungsinya sangat berpengaruh terhadap penggunaan koil.

Apabila bagian socket kemasukan air, maka api atau sumber pengapian yang terdapat pada busi akan secara otomatis menghilang. Akibatnya, mesin menjadi mogok dan susah dinyalakan.

2. Injector dan Socketnya

Bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air kedua adalah injector dan socketnya.

Perlu diketahui apabila fungsi dari injector adalah menyalurkan atau menginjeksikan bahan bakar ke masing-masing silinder mesin.

Injector dilindungi dengan socket yang fungsinya untuk menampung air. Namun, apabila jumlah air yang masuk terlalu banyak, maka karet pelindung socket bisa dengan mudah rusak dan air secara otomatis masuk ke dalam injector.

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila air yang masuk tercampur dengan bahan bakar, tentu saja sangat membahayakan.

Injector bisa langsung rusak dan tidak berfungsi sehingga perlu biaya untuk perbaikan. Untuk itu, apabila memang perlu membersihkan bagian injector dan socket, maka bisa dengan menggunakan kuas. Kuas akan tetap aman dan bisa membersihkan dengan cukup maksimal.

3. Fuse Box

Fuse Box sering juga disebut sebagai box sekring atau tempat disematkannya sekring. Letaknya biasanya berada di bagian dalam mesin mobil, tetapi terkadang ada beberapa mobil yang meletakkannya di bagian bawah dashbord pengemudi.

Tujuannya adalah agar pengemudi bisa mengatur beberapa komponen dan juga melindunginya lewat pengontrolan sekring.

Bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air ini merupakan sebuah sentral pengaman atau inti dari seluruh sistem kelistrikan mobil. Hal itulah yang menjadikannya tidak boleh terkena air.

Setiap komponen kelistrikan pastinya tidak boleh didekatkan dengan yang namanya air. Apabila sampai mengenai fuse box, maka hal yang akan terjadi adalah konslet secara masal.

Bahkan terkadang sulit diketahui bagian kabel mana yang mengalami masalah.

4. Thottle Body

Posisi thottle body terletak di bagian mesin yang cukup dalam dan menjadi bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air.

Bentuknya sedikit bulat dengan beberapa lubang angin yang sudah dilengkapi dengan sensor ISC dan TPS.

Kedua sensor tersebut akan sangat berbahaya apabila bersentuhan dengan air. Pada sensor ISC, air yang masuk bisa membuat rpm idling langsung berkurang fungsinya atau mendadak tidak stabil.

Sedangkan pada sensor TPS yang terkena siraman air bisa mengaktifkan bagian indikator lampu check engine menyala. Sebenarnya, tanpa harus mengenai sensor terlebih dahulu, air yang masuk di bagian thottle body bisa mengakibatkan mesin lekas rusak.

Apalagi jika jumlah air yang masuk terlalu banyak, maka peluang kerusakan piston di bagian dalam mesin akan sangat tinggi. Hal yang merugikan adalah solusi dari masalah ini hanyalah turun mesin.

5. Alternator

Banyak yang menganggap jika alternator atau dinamo ampere tidak akan bermasalah apabila terkena air.

Faktanya, tidak dapat dipungkiri apabila alternator memang bisa saja terkena air dan mungkin juga tidak terjadi apa-apa pada mesin tersebut.

Namun, ada kalanya kerusakan datang secara lambat, terlebih apabila percikan air yang mengenai alternator tidak terlalu banyak.

Maka alternator masuk dalam bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air.

Tanda-tanda apabila alternator rusak karena terkena air adalah lampu indikator check engine mendadak menyala. Kasusnya hampir sama seperti sensor TPS di bagian thottle body yang terkena air, yakni langsung menyala.

Untuk itu, apabila hendak membersihkan mobil, sangat disarankan membungkus bagian alternator menggunakan plastik tebal. Pastikan pembungkusan telah dilakukan dengan benar.

6. ECU

Beberapa mobil memang tidak meletakkan bagian ECU (Engine Control Unit) di bagian mesin. Namun tetap saja ada beberapa produsen yang meletakkannya di bagian mesin.

Biasanya mobil produksi dari benua Eropa yang meletakkan bagian ECU di mesin. Untuk itu, pastikan jika air tidak akan masuk ke dalam sela-sela socket atau merembes secara perlahan. Hal ini karena ECU merupakan bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air.

Perlu diketahui apabila bagian socket memiliki pertahanan yang cukup rapuh sehingga bisa saja terkena air saat mobil sedang dicuci.

Anda bisa menutupi bagian ECU ketika sedang membersihkan mobil atau menghindari area di sekitar ECU terkena siraman air.

Jika air terlanjur merembes masuk, maka mobil akan mendadak mogok dan mesin ECU bisa rusak perlahan-lahan.

7. Sensor dan Socketnya

Di dalam mesin mobil sudah dilengkapi dengan berbagai macam sensor yang memiliki fungsinya masing-masing. Memang ada beberapa sensor yang tidak terpasang di bagian mesin mobil, tetapi tetap saja ada banyak yang telah terpasang.

Hal yang perlu diperhatikan adalah sensor merupakan bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air.

Dua sensor yang memiliki pengaruh besar terhadap mesin adalah CKP dan CMP. Kedua sensor tersebut memang sudah dibekali dengan socket yang masih ditambahi dengan pelindung karet.

Karet pelindung tersebut berfungsi agar setiap sensor socket tidak bisa kemasukan air. Anda perlu berhati-hati karena letaknya cukup rawan.

8. Delco (Distributor)

Pada beberapa bagian mobil yang masih menggunakan Delco sebagai distributor, maka harus menjaganya agar tidak terkena air. Hal ini karena delco memiliki tugas untuk mendistribusikan pengapian untuk busi.

Busi memang selalu membutuhkan sistem pengapian untuk membuatnya tetap bagus. Tentu saja, semua sistem pengapian adalah penghasil sumber listrik dan faktanya tidak boleh terkena air sedikitpun.

Sebenarnya, bagian mesin satu ini memiliki ukuran yang tidak terlalu besar.

Untuk itu, jika memang ingin mencuci mobil menggunakan air, bungkus saja bagian delco menggunakan plastik.

Dengan menggunakan plastik tebal dan diikat erat, air akan sulit masuk ke dalamnya.

Itulah 8 bagian mesin mobil yang tidak boleh kena air harus menjadi pengetahuan umum setiap pemilik mobil.

Perlu diingat, keberadaan 8 bagian mesin tersebut tentunya tidak akan menjadi penghalang Anda dalam mencuci mobil karena bisa tetap mengakalinya dengan cara dibungkus atau ditutupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *